Posts

Showing posts from June 17, 2015

Osteichthyes

  Osteichthyes atau disebut juga i kan bertulang sejati adalah kelas dari anggota hewan bertulang belakang yang merupakan subfilum dari Pisces . Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani , yaitu osteon yang berati tulang dan ichthyes yang berarti ikan. Hidup di laut, rawa-rawa, atau air tawar. Semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas Osteichthyes memiliki sebagian tulang keras, mulut dan lubang hidungnya ventral, celah-celah pharyngeal tertutup (tidak terlihat dari luar) dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel . Hampir semua  ikan bertulang keras memiliki endoskeleton dengan matriks kalsium fosfat yang keras. Kulitnya seringkali tertutup dengan sisik pipih bertulang . Ikan bertulang keras umumnya perenang yang dapat menontrol arah, siripnya yang lentur lebih sesuai untuk pengendalian dan pendorongan dibandingkan dengan sirip hiu yang lebih kaku. Dan masih banyak lagi informasi dan kelebihan dari ikan bertulang keras yang akan  kita ketahui. Ikan bertulang sejati

MAKALAH SISTEM INTEGUMEN VERTEBRATA

Image
BAB I PENDAHULUAN A.     Latar   belakang Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh. Kulit merupakan organ tubuh yang paling luar yang membatasinya dengan dunia luar. Organ yang sangat essensial, vital, serta cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastik, dan sangat sensitive, bervariasi pada keadaan iklim, umur, seks, ras, dan lokasi tubuh. Luas kulit kira-kira 1,5-2 m2, berat kulit kira-kira 4kg. Pada orang dewasa 7% dari berat badan, tebal 1,5-4 mm, berbeda pada setiap bagian dari tubuh. Setiap 1 cm2 kulit mengandung 70 cm pembuluh darah, 55 cm saraf, 100 kelenjar keringat, 15 kelenjar, 230 reseptor sensori, dan ½ juta sel mati dan sel baru. Kulit mempunyai susunan serabut saraf yang teranyam secara halus dan   berguna untuk merasakan sentuhanatau dengan kata lain sebagai alat peraba. Kulit merupakan organ hidup yang mempunyai keadaan yang sangat bervariasi. Bagian kulit yang sangat

MAKALAH TUMBUHAN C3

Image
BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan tipe fotosintesis, tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu C3, C4, dan CAM (crassulacean acid metabolism). Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. Sebagian besar tanaman pertanian, seperti gandum, kentang, kedelai, kacang-kacangan, dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi. Pada tanaman C3, enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal Assimilasi, juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi (fotorespirasi adalah respirasi, proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping, yang terjadi pada siang hari) . Jika konsentrasi CO2 di