Pages

Thursday, 25 October 2012

sistem EKSKRESI


MAKALAH
ANATOMI PERBANDINGAN HEWAN


SISTEM PENGELUARAN VERTEBRATA






JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah S.W.T., yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis khususnya, karena atas izin Allah S.W.T. penulis dapat menyelesaikan makalah dengan penuh tanggung jawab.
Tak lupa pula saya sampaikan shalawat serta salam atas junjungan nabiyullah Muhammad S.A.W., serta keluarga dan para sahabatnya karena beliau-lah yang menjadi tauladan kita dalam menjalani hidup yang penuh dengan cobaan ini. Semoga kita termasuk umatnya yang senantiasa setia pada ajaran beliau. Amin.
Pada kesempatan ini, saya selaku mahasiswi mengemban tugas untuk membahas mengenai “SISTEM PENGELUARAN PADA VERTEBRATA” dalam makalah ini. Saya sangat berterima kasih kepada pembimbing yaitu dosen,serta rekan-rekan yang senantiasa membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis sangatlah menyadari bahwa apa yang telah saya buat ini masih sangatlah jauh dari kesempurnaan. Karena saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan khilaf.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menyusun makalah yang seperti ini, saya sangat berharap saran dan kritikan dari para pembaca yang sifatnya membangun. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Makassar, 29 september  2012

            Penulis






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Sel-sel tubuh mahluk hidup selalu melakukan proses oksidasi. Oksidasi merupaka salah satu proses metabolisme yang terjadi didalam tubuh. Metabolisme ini menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai kegiatan. Selain itu, menghasilkan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga harus dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran zat sisa tersebut melalui alat-alat ekskresi yang membentuk suatu sistem ekskresi.
Ekskresi adalah suatu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme tubuh yang sudah tidak diperlukan lagi. Fungsi sistem ekskresi adalah untuk menjaga kesetimbangan (homeostatis) tubuh secara osmoregulasi.
Setelah mempelajari makalah ini kita akan mengetahu tentang alat-alat pengeluaran pada hewan vertebrata. Hal inilah yang melatarbelakangi dibuatnya makalah ini.

B.     Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui perbedaan alat pengeluaran pada mamalia, reptil, aves, amfibi dan pisces.






BAB II
ISI

Tubuh manusia merupakan tempat berlangsungnya berbagai proses metabolisme. Metabolisme berasal dari kata metabole yang artinya perubahan. Berubah di sini memiliki dua pengertian. Pertama, berubah menjadi lebih kompleks disebut anabolisme, asimilasi, atau sintesis. Kedua, berubah menjadi lebih sederhana disebut katabolisme atau disimilasi. Dengan demikian metabolisme meliputi dua macam reaksi, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme (biosintesis) merupakan proses pembentukan makromolekul (lebih kompleks) dari molekul yang lebih sederhana. Makromolekul yang dimaksud misalnya komponen sel (protein, karbohidrat, lemak, dan asam nukleat). Oleh karena proses pembentukannya memerlukan energi bebas maka disebut reaksi endergonik. Katabolisme merupakan proses pemecahan makromolekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana. Misalnya pengubahan karbohidrat menjadi CO2 dan H2O dalam proses respirasi. Proses ini menghasilkan energi bebas sehingga disebut reaksi eksergonik. Energi tersebut tersimpan dalam bentuk molekul pembawa energi tinggi antara lain adenosin triphosphat (ATP) dan nikotinamida adenin dinukleotida phosphat (NADPH). Semua proses metabolisme (anabolisme dan katabolisme) merupakan reaksi enzimatis. Artinya, reaksi itu terjadi melalui keterlibatan enzim.
Proses metabolisme menghasilkan energi dan zat yang berguna bagi kehidupan. Selain itu, juga terbentuk zat sisa yang merupakan racun bila tetap berada di dalam tubuh. Oleh karena itu, zat sisa harus dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi. Sistem ekskresi pada manusia dan Vertebrata terdiri atas ginjal, kulit, paru-paru dan hati.
Sistem ekskresi berfungsi untuk membantu memelihara keseimbangan dalam tubuh makhluk hidup (homeostasis). Eksresi sendiri artinya adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme dari sel-sel tubuh yang tidak berguna bagi tubuh.
·        SISTEM PENGELUARAN PADA MANUSIA
Proses pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1.      Defekasi: proses pengeluaran sisa-sisa makanan yang disebut feses dan dikeluarkan melalui anus.
2.       Ekskresi: pengeluaran bahan-bahan yang tidak berguna yang berasal dari sisa metabolisme atau bahan yang berlebihan dari sel atau suatu organisme (Sumanto, 1996 : 102).
3.      Sekresi: proses pengeluaran getah oleh sel dan kelenjar. Getah yang dikeluarkan masih berguna untuk proses faal di dalam tubuh. Getah ini biasanya mengandung enzim. Contoh : Kelenjar hormone menghasilkan hormone, kelenjar ludah, kelenjar air mata dsb.
Alat-alat pengeluaran pada manusia :

1)   Ginjal

Ginjal manusia berwarna merah kecoklat-coklatan, berbentuk seperti kacang merah, berukuran sebesar kepalan tangan, dan jumlahnya sepasang. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urine.
Ginjal manusia terletak di kanan kiri ruas tulang pinggang, maka ginjal disebut sebagai buah pinggang.
Ginjal terdiri dari 3 bagian :
·         Bagian kulit ginjal (korteks), terdapat jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Setiap nefron terdiri dari badan malpighi dan tubulus. Badan malpighi tersusun atas glomerulus ( merupakan anyaman-anyaman pembuluh darah ) dan kapsula Bowmann.
·         Bagian sumsum ginjal (medulla), terdiri dari pembuluh atau saluran berliku-liku yang disebut tubulus kontortus.
·         Bagian ruang ginjal (pelvis), dari sini keluar saluran ginjal yang disebut ureter yang berfungsi menyalurkan urine ke kantung kemih ( vesica urinaria )

o   Cara kerja ginjal

1.      Filtrasi yaitu penyaringan air, glukosa, urea, amoniak dan asam amino. Proses penyaringan ini terjadi dalam glomerulus dan menghasilkan urine primer (filtrat glomerulus)

2.      Reabsorbsi, yaitu penyerapan kembali zat atau bahan-bahan yang masih diperlukan tubuh masuk ke dalam darah, misalnya asam amino, garam-garam dan glukosa. Proses ini terjadi di dalam tubulus kontortus proksimal (atas), lengkung henle, dan menghasilkan urine sekunder.

3.      Augmentasi, penampungan urine yang terjadi pada bagian tubulus colectivusBanyak Sedikitnya urine dipengaruhi oleh banyak sedikitnya air yang kita minum dan juga karena pengaruh hormon ADH.

Zat sisa yang dikeluarkan oleh ginjal ialah urine, yang mengadung :
-     Air, urea dan amonia
-     Zat-zat yang berlebihan, misalnya kelebihan vitamin dan obat-obatan
-     Zat warna empedu yang memberikan warna kuning pada urine
-     Garam mineral, terutama garam dapur.
Ganguan ginjal dapat berupa : batu ginjal dan rusaknya fungsi ginjal


Ø Proses pembentukan urine

Urine terbentuk melalui serangkaian proses yaitu dimulai dari penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengeluaran zat (augmentasi).

 

Ø Sistem urine

Urine dari rongga ginjal dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Jika kandung kemih sudah cukup banyak mengandung urine, maka dinding kandung kemih menjadi tertekan sehingganya tekanan inilah yang menimbulkan rasa ingin buang air kecil. Selanjutnya, urine dikeluarkan melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.

2)   Kulit

Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh. Pada permukaan kulit terdapat kelenjar keringat yang mengekskresi zat-zat sisa. Zat-zat sisa yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit berupa keringat yang tersusun dari air dan garam-garam mineral terutama garam dapur (NaCl) yang merupakan hasil metabolisme protein.
1.      Bagian-bagian Kulit
Kulit manusia tersusun dari tiga lapisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit (hipodermis)

2.      Susunan Kulit
Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu epidermis (lapisan luar/kulit ari), dermis (lapisan dalam/kulit jangat). Dan hipodermis (jaringan ikat bawah kulit).
1) Epidermis
Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum. stratum granulosum, dan stratum germinativum. Stratum korneum tersusun dari sel-sel mati dan selalu mengelupas. Stratum lusidum tersusun atas sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi mengganti stratum korneum. Stratum granulosum tersusun atas sel-sel yang berinti dan mengandung pigmen melanin. Stratum germinativum tersusun atas sel-sel yang selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar. Stratum korneum, merupakan lapisan zat tanduk, mati dan selalu mengelupas. Stratum lusidium, merupakan lapisan zat tanduk Stratum granulosum, mengandung pigmen Stratum germonativum, selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar
2) Dermis
Dermis terletak di bawah epidermis. Lapisan ini mengandung akar rambut, pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Kelenjar yang terdapat dalam lapisan ini adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula sebasea). Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang di dalamnya terlarut berbagai macam garam. terutama garam dapur. Keringat dialirkan melalui saluran kelenjar keringat dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui poripori. Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kelenjar minyak berfungsi menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering. Rambut dapat tumbuh terus karena mendapat sari-sari makanan pembuluh kapiler di bawah kantong rambut. Di dekat akar rambut terdapat otot penegak rambut,akar rambut ,pembuluh darah ,syaraf ,kelenjar minyak (glandula sebasea),kelenjar keringat (glandula sudorifera).Lapisan lemak, terdapat di bawah dermis yang berfungsi melindungi tubuh dari pengaruh suhu luar
3) Hipodermis
Hipodermis terletak di bawah dermis. Lapisan ini banyak mengandung lemak. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan panas tubuh.
3.      Fungsi Kulit
Selain sebagai alat pengeluaran, fungsi kulit sebagai berikut :
a.        Pengatur suhu tubuh.
b.      Pelindung tubuh dari gangguan fisik berupa tekanan, gangguan biologis berupa jamur dan gangguan yang bersifat kimiawi.
c.       Tempat penyimpanan kelebihan lemak.
d.      Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
e.      Tempat indera peraba dan perasa.
proses pengeluaran keringat
Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.

3)   Hati

Hati pada manusia terletak pada rongga perut disebelah bawah diafragma dan berwarna merah. Hati mengeluarkan zat sisa yang merupakan hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak/mati. Hemoglobin yang terdapat pada pada sel darah merah dirombak menjadi bilirubin (zat warna empedu). Bilirubin ini dekeluarkan ke usus bersama dengan empedu. Dalam usus bilirubin dipecah menjadi 2 yaitu sterkobilin yang memberi warna feses, dan urobilin yang memberi warna pada urine. Hati menghasilkan empedu yang kemudian ditampung dalam kentong empedu dan disalurkan ke usus dua belas jari melalui saluran empedu. Empedu berasal dari sel darah merah yang telah rusak dan dihancurkan dalam limpa.
Hati merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan massanya lebih kurang 2 kg. Hati terbagi dalam dua belahan utama, yaitu belahan kanan dan kiri.
Hati berperan sebagai alat ekskresi sekaligus alat sekresi, karena hati menghasilkan cairan empedu yang berguna dalam proses pencernaan lemak.
1.      Bagian-bagian Hati
2.    Fungsi Hati
Selain sebagai alat pengeluaran, hati berfungsi sebagai berikut :
·         tempat mengatur kadar gula dalam darah, dengan cara mengubah glukosa menjadi glikogen
·         tempat pembentukan protrombin dan fibrinogen
·         tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A
·         tempat menetralkan obat dan racun yang masuk dalam tubuh.
·         tempat pembentukan dan perombakkan protein tertentu
·         tempat pembentukan urea
·         menghasilkan cairan empedu
Gangguan pada hati : diabetes, hepatitis dan cirhossis

4)   Paru-paru

Selain sebagai alat pernafasan, paru-paru juga sebagai alat ekskresi yaitu mengeluarkan karbonksida dan uap air.Paru-paru terletak dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma. Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.

 

Ekskresi adalah  pengeluaran atau pembuangan ampas hasil metabolisme yg tidak dibutuhkan oleh tubuh.

5)      Kolon

Terletak dalam rongga perut dengan panjang ± 1 meter. Terjadi proses DEFEKASI yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil pencernaan melalui anus. Hasil ekskresinya berupa zat padat yang disebut dengan feces. Secara umum fungsi sistem ekskresi yaitu membuang limbah yang tidak berguna dan beracun dari dalam tubuh, mengatur konsentrasi dan volume cairan tubuh (osmoregulasi) mempertahankan temperatur tubuh dalam kisaran normal (termoregulasi), homeostatis.

§  SISTEM EKSKRESI PADA REPTIL
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih. Alat ekskresi reptil berupa ginjal (metanefros) yang sudah berkembang sejak masa embrio. Ginjal ini dihubungkan oleh saluran ke kantung kemih dan langsung bermuara ke kloaka. Selain ginjal, pada reptil memiliki kelenjar kulit yang mengliasilkan asam urat tertentu yang berguna untuk mengusir musuh.

§  SISTEM EKSKRESI PADA AVES
Alat pengeluaran pada burung berupa paru-paru, hati, ginjal, dan kulit.aluran ginjal, saluran kelamin, dan saluran pencernaan bermuara pada sebuha lubang yang disebut kloaka. Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Kelebihan larutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares (lubang hidung). Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit, tetapi memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada tunggingnya. Kelenjar minyak berguna untuk meminyaki bulu-bulunya. Sel-sel tubuh makhluk hidup selalu melakukan proses oksidasi. Oksidasi merupakan salah satu metabolisme yang terjadi di dalam tubuh. Metabolisme ini menghasilkan energi yang kamu butuhkan untuk melakukan berbagai kegiatan. Selain itu, menghasilkan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga harus dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran zat-zat sisa tersebut melalui alat-alat ekskresi yang membentuk suatu sistem ekskresi. Ekskresi adalah suatu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme tubuh yang sudah tidak diperlukan lagi. Fungsi sistem ekskresi adalah untuk menjaga kesetimbangan (homeostasis) tubuh secara osmoregulasi. Setelah mempelajari bab ini, kamu akan mengetahui tentang struktur, fungsi, dan proses sistem eksresi pada manusia dan hewan.


§  SISTEM EKSKRESI PADA PISCES
Ikan mempunyai system ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital. Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat dibelakang anus. Ginjal pada ikan yang hidup di air tawar dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih banyak. Sedangkan ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat
Mekanisme eksresi ikan air tawar berbeda dengan ikan air laut. Ikan air tawar mengeksreksi ammonia dan aktif menyerap ion anorganik melalui insang serta mengeluarkan urine dalam jumlah besar. Sebalknya pada air laut mengeksresksikan sampah nitrogen berupa trimetilamin oksida (TMO), mengekresikan ion-ion lewat insang dan mengeluarkan urine sedikit.

a.       Ikar air tawar
q  tubuh ikan air tawar lebih hipertonis dari lingkungannya sehingga air banyak yang masuk lewat permukaan tubuhnya.
q   akibatnya ikan air tawar sedikit minum air
q   urin yang di hasilkan banyak dan encer
b.      Ikan air laut
·         tubuh ikan air laut lebih hipotonis dari air laut sehingga air banyak yang keluar dari tubuh
·         akibatnya ikan laut banyak minum air laut untuk menutupi kehilangan air yang besar
·         Urin yang dihasilkan sedikit dan pekat
Sistem eksresi ikan seperti juga pada vertebrata lain, yang mempunyai banyak fungsi antara lain untuk regulasi kadar air tubuh, menjaga keseimbangan garam dan mengeliminasi sisa nitrogen hasil dari metabolisme protein.

§  SISTEM EKSKRESI PADA AMPHIBI
Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal, paru-paru,dan kulit. Saluran ekskresi pada katak jantan & betina memiliki perbedaan, pada katak jantan saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan ginjal, sedangkan pada katak betina kedua saluran itu terpisah. Walaupun begitu alat lainnya bermuara pada satu saluran dan lubang pengeluaran yang disebut kloaka.
Alat ekskresi utama katak adalah sepasang ginjal (opistonefros) yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang. Ginjal berwarna merah kecokelat¬cokelatan. Ginjal sebagai alat penyaring akan mengeluarkan zat sisa, yaitu garam-garam mineral dan cairan dari darah. Saluran ekskresi katak merupakan sepasang saluran yang akan bermuara di kloaka. Pada katak jantan, saluran ginjal. dan saluran kelaminnya menyatu, sedangkan pada katak betina tidak.






BAB III
PENUTUP
a.     Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah
Perbandingan sistem pengeluaran pada:
·        Mamalia : ginjal, kulit, hati, paru-paru dan kolon
·        Pisces : insan, kulit, dan ginjal
·        Aves : paru-paru, hati, ginjal, kulit dan kloaka
·        Reptil : ginjal, paru-paru, kulit dan kloaka
·        Amfibi : ginjal, paru-paru dan kulit




0 comments:

Post a Comment

 
L3 L3 L3 Anime L3 L3